Antioksidan Seaktif Enzim SOD, Penangkal Oksigen Radikal Bebas Paling Efektif Niwana SOD - Penemuan Terbesar setelah Penisilin Keunggulan Niwana SOD karena kealamian bahan dan teknologi pembuatannya :website asli : http://sod-japan.com dan http://www.niwanasod.com/ Melalui riset selama 7 tahun akhirnya Prof. Yuki Niwa menemukan teknologi yang dapat merekayasa antioksidan dari tumbuh-tumbuhan sehingga dapat bekerja seaktif dan seefektif enzim SOD alami dalam tubuh bahkan mampu merangsang kerja enzim SOD alami menjadi lebih baik. Penggunaan rutin sesuai anjuran telah berhasil membantu proses perbaikan berbagai penyakit bahkan yang selama ini sulit diatasi. Tak heran bila ia dijuluki sebagai penemuan terbesar setelah penisilin karena di zaman modern ini dunia kesehatan tidak lagi berkutat dengan penyakit infeksi melainkan pada penyakit-penyakit non-infeksi degeneratif yang semakin kompleks.
Niwana SOD dibuat dari bahan-bahan yang 100 % alami, yaitu bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari seperti kacang kedelai, biji dan minyak wijen, gandum, ekstrak teh hijau Jepang, jeruk yuzu dll. Karena itu Niwana SOD sangat aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Kalaupun ada reaksi setelah mengkonsumsinya, itu merupakan reaksi perbaikan dan hanya sebagian kecil yang merasakan. Andapun tidak perlu khawatir karena reaksi perbaikan ini umumnya hanya sesaat saja dan akan reda/hilang dengan sendirinya. Kondisi yang dapat memunculkan reaksi ini yaitu :
Beberapa pertanyaan muncul berkenaan dengan reaksi yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi Niwana SOD. Banyak orang menggangap hal ini sebagai suatu ketidakcocokan atau sebagai efek samping sehingga setelah muncul reaksi langsung dihentikan penggunaannya. Benarkah demikian ? Niwana SOD dibuat dari bahan-bahan yang 100 % alami, yaitu bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari seperti kacang kedelai, biji dan minyak wijen, gandum, ekstrak teh hijau Jepang, jeruk yuzu dll. Karena itu Niwana SOD sangat aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Kalaupun ada reaksi setelah mengkonsumsinya, itu merupakan reaksi perbaikan dan hanya sebagian kecil yang merasakan. Andapun tidak perlu khawatir karena reaksi perbaikan ini umumnya hanya sesaat saja dan akan reda/hilang dengan sendirinya. Kondisi yang dapat memunculkan reaksi ini yaitu :
Rasa mual, ingin muntah, tenggorokan gatal/panas dan kepala sedikit pusing. Bila hal ini terjadi yang sebaiknya anda lakukan adalah :
|
Tentang Detokshop
Tuesday, August 21, 2007
Niwana SOD
Thursday, August 9, 2007
Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang
Jakarta, Minggu
|
Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput.
Padahal itu hanya permukaan. Yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam. Antara lain dengan antioksidan seperti dituturkan oleh ahli gizi, dr. Elvina Karyadi, M.Sc., di bawah ini.
Mewujudkan kualitas hidup yang baik di usia lanjut memang tidak mudah tanpa didukung usaha sejak dini di usia muda.
Saat ini kelebihan gizi yang mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar, kesalahan pola makan dan gaya hidup yang justru merangsang tumbuhnya radikal bebas (free radical) yang merusak tubuh kita.
Kondisi ini mendorong para peneliti baik ahli gizi maupun dokter menggali teori dasar radikal bebas serta mencari bagaimana cara mengendalikan produksi radikal bebas pada tubuh kita. Penelitian di bidang gizi ortomolekuler pada tingkat sel membuktikan, antioksidan dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Ternyata, gangguan atau ketidakmampuan sistem antioksidan tubuh inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif.
Apa itu radikal bebas?
- Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan.
Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis.
Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung "mencuri" partikel dari molekul lain, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan.
Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain:
Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel
Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, radiasi, dan zat kimia karsinogen. Bila kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.
Kerusakan membran sel
Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.
Kerusakan protein
Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.
Kerusakan lipid peroksida
Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh).
Proses ketuaan.
- Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan.
Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-lahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan.
Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.
Dapat menimbulkan autoimun
Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.
Antioksidan pelindung kesehatan
Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll.
Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini.
Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) atau pun dari makanan. Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni:
Antioksidan primer
Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Antioksidan sekunder
Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.
Antioksidan tersier
Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya.
Hasil berbagai penelitian dengan menggunakan hewan percobaan telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.
Anggur merah vs jantung koroner
- Lebih dari 200 penelitian secara epidemiologi menyatakan, diet makanan yang mengandung beta karoten dapat menurunkan risiko penyakit kanker.
Beta karoten konon mampu mecegah kerusakan sel normal dari sel ganas dengan cara meningkatkan keutuhan sel-sel normal dan mengusahakan agar sel-sel kanker tersebut bertindak sebagai sel normal.
Vitamin C juga berperan dalam menurunkan risiko kanker saluran pencernaan. Dikatakan pula adanya hubungan antara asupan vitamin E yang rendah dan risiko kanker payudara, paru-paru, tenggorokan, dan mulut.
Beberapa studi mengungkapkan peranan antioksidan untuk mencegah penyakit jantung. Oksidasi LDL (low density lipoprotein) menyebabkan kerusakan dinding pembuluh arteri yang berarti proses awal dari aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).
Pertahanan antioksidan secara alami dalam LDL kolesterol dengan jumlah yang cukup dapat melindungi LDL dari proses oksidasi tapi masih dipertanyakan apakah perlindungan ini terjamin pada setiap orang. Antioksidan alam terbanyak dalam LDL adalah vitamin E. Sehingga penambahan suplemen vitamin E dalam makanan dapat meningkatkan kandungan vitamin E dalam LDL serta meningkatkan perlindungan terhadap proses oksidasi. Beta karoten merupakan antioksidasi yang cukup kuat yang secara teoritis juga dapat melindungi oksidasi LDL.
Anggur merah telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung koroner karena kandungan flavonoidnya. Sebagai contoh, Prancis, dibandingkan negara Eropa lain atau Amerika, jumlah penderita PJK-nya lebih kecil (dikenal dengan istilah the French paradox) karena suka sekali minuman anggur merah. Padahal konsumsi lemak mereka lebih besar, lebih banyak merokok dan kurang bergerak. Anggur merah memang mempunyai kandungan senyawa fenol lebih tinggi daripada anggur putih. Fenol ini mempunyai efek kardioprotektif (flavonoid) yakni antioksidan yang sangat kuat. Ia dapat mencegah oksidasi LDL 20x lebih kuat dari vitamin E.
Senyawa flavonoid ini telah terbukti secara in vitro mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.
Sayangnya, flavonoid pada anggur dan sayuran bentuknya kompleks sehingga sangat sulit dicerna dan diserap. Sedangkan pada saat fermentasi anggur merah, kompleks ini terurai sehingga mudah diserap tubuh. Ditambah lagi adanya alkohol (10%) dalam anggur membuat kandungan flavonoid stabil.
Berdasarkan penelitian, paparan senyawa radikal bebas, sinar ultraviolet, dan asap rokok dapat menyebabkan oksidasi protein pada lensa mata sehingga lama-kelamaan menimbulkan katarak. Penelitian epidemiologis menyatakan, katarak meningkat di negara-negara yang tinggi kebiasaan merokok serta paparan sinar mataharinya.
Asupan vitamin C dan E yang rendah pada diet makanan disertai kadar vitamin C yang rendah dalam darah, akan mempermudah seseorang terkena katarak (kekeruhan lensa mata). Apalagi ditambah dengan kebiasaan merokok.
Kasiat tempe dan ikan laut
- Selain berbentuk zat gizi seperti vitamin C dan D, antioksidan dapat pula berupa zat non-gizi seperti pigmen (karoten, likopen, flavonoid, klorofil) dan enzim (glutation peroksida, koenzim, Q-10 atau ubiquinon).
Karoten banyak pada wortel, ubi rambat, semangka, bayam, kangkung, jeruk. Likopen pada tomat. Flavonoid pada wortel, jeruk, brokoli, kol, mentimun, bayam, tomat, merica dan terung.
Bila konsumsi mineral seperti seng, selenium, tembaga, vitamin E dan C serta beta karoten cukup, maka tidak diperlukan suplemen. Suplemen berupa pil, kapsul, dll hanya diberikan bila makanan berantioksidannya belum memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan.
Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan tempe dan ikan laut dapat memusnahkan atau meminimalkan pembentukan radikal bebas.
Selama lebih dari setengah abad antioksidan telah dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk menghambat kerusakan makanan. Biasanya antioksidan ini ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak, buah segar atau sayuran agar tidak cepat rusak. Senyawa ini juga dapat untuk mencegah perubahan warna dan rasa yang disebabkan oksigen di udara (pada apel, pisang yang mengandung enzim tertentu).
Selain pada bahan makanan, antioksidan seperti vitamin E juga sebagai suplemen diet untuk mengatasi proses oksidasi dalam tubuh. Belakangan malah antioksidan digunakan dalam produk kosmetik. *
Antioksidan, Radikal Bebas, dan Penuaan
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Jakarta - Penggunaan bahan kimia berlebihan terbukti mempertinggi risiko terkena kanker payudara. Tidak main-main, bahan kimia ini justru biasa kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Sebut saja bahan pembersih, tekstil dan plastik yang justru memicu pertumbuhan kanker payudara, demikian berdasarkan studi ilmuwan asal Texas dan California Selatan baru-baru ini.Kanker payudara yang menjadi momok mengerikan kaum Hawa sejauh ini dikenal sebagai salah satu penyakit yang bisa muncul karena ada hubungan keluarga. Tidak sepenuhnya benar ternyata. Serangkaian penelitian terkini menyebut faktor makanan dan lingkungan juga sangat berperan. Teori ini kian diperkuat lagi dengan temuan anyar ilmuwan bahwa ada sejumlah bahan kimia berbahaya di sekitar kita yang memicu tumbuhnya kanker payudara.Dalam edisi terbaru Journal of Applied Toxicology dilaporkan bahan kimia bernama 4-nonylphenol merupakan bahan berbahaya yang mampu memicu kanker payudara pada sejumlah tikus. Namun eksperimen laboratorium ini masih membutuhkan studi lanjut terhadap manusia. Sebab apa yang terjadi pada tikus belum tentu bisa terjadi pula pada manusia. Untuk itu masyarakat diharap tidak langsung panik.Dr William Baldwin beserta timnya dari University of Texas at El Paso dan Clemson University di Carolina Selatan menemukan bahwa 4-nonylphenol (4-NP) mempengaruhi kinerja hormon estrogen pada sejumlah tikus. Dengan diberi asupan 4-NP dalam berbagai dosis, maka tubuh tikus-tikus betina tersebut mengalami pertumbuhan kanker payudara. Mayoritas kanker payudara berkembang dalam tempo 32 minggu. Setelah dianalisis ternyata bahan kimia ini menstimulasi produksi hormon estriol pada lever.Produksi estriol yang meningkat membuat jaringan kanker tumbuh secara kompleks pada tikus betina. “Ekspos bahan kimia 4-NP dalam jangka waktu panjang dipastikan akan memicu kanker payudara,” jelas Dr.Baldwin seperti yang dikutip BBCNews Online baru-baru ini.Bahan kimia 4-NP yang diduga berbahaya ini terkandung dalam cat, pestisida dan produk pembersih yang cukup akrab dengan aktivitas manusia sehari-hari. Sejauh ini pihak Department for Environment, Food and Rural Affairs Inggris telah menetapkan bahan kimia seperti nonylphenol dan bisphenol sebagai bahan kimia beracun yang mampu mempengaruhi kinerja hormon.Sedangkan hormon estrogen dan estriol memang sudah sejak lama diketahui terkait erat dengan kanker payudara. Estrogen selama ini dikenal sebagai hormon penerima atau reseptor pada payudara yang dengan mudah ditumbuhi kanker. Makin tinggi kinerja hormon ini, makin cepat pula perkembangan kanker.Nonylphenol merupakan komponen organik yang merupakan produk sintetis atau buatan. Bahan kimia ini dihasilkan dari proses alkasi. Bahan yang sudah lama dikategorikan sebagai racun ini masih tetap dibutuhkan dalam pelbagai produk pembersih seperti detergen rumah tangga. Penggunaannya memang dibatasi dalam standar tertentu yang menjaga kesehatan manusia. Namun studi terbaru ini membuktikan bahwa kita perlu tetap waspada terhadap penggunaan bahan kimia berlebihan. (mer)
Copyright © Sinar Harapan 2003
Bahan Tambahan Makanan (BTM) Antara Kepuasan dan Kesehatan
Bahan Tambahan Makanan (BTM)
Antara Kepuasan dan Kesehatan
![]() | Tahu kah anda! Salah satu pemicu penyebab Kanker, Jantung, Strok dan penyakit abad modern ini, adalah BTM |
Tahu kah anda! Hampir Semua Makanan/Minuman Hasil Olahan Pabrik Mengandung BTM. | ![]() |
Diperkirakan organ pencernaan manusia semasa hidupnya mengolah makanan sebanyak 100 ton (100.000kg). Jumlah tersebut tidak semuanya merupakan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh akan tetapi juga ikut serta zat-zat berbahaya terutama Food Additive atau Bahan Tambahan Makanan (BTM).
BTM adalah semua yang bukan bagian dari bahan makanan yang diolah seperti pemanis, penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, pewarna, pengawet, pengental/pengemulsi, anti bakteri, pemutih, pengeras, pengatur keasaman dan lainnya. Saat ini hampir semua jenis makanan dan minuman yang diproses dari pabrik dan juga yang tersedia di restoran-restoran menggunakan BTM untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
|
Kala Radikal Bebas Gempur Tubuh
======================================================================
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Saturday, July 28, 2007
Artikel & Tips Kesehatan
|
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Jakarta - Penggunaan bahan kimia berlebihan terbukti mempertinggi risiko terkena kanker payudara. Tidak main-main, bahan kimia ini justru biasa kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Sebut saja bahan pembersih, tekstil dan plastik yang justru memicu pertumbuhan kanker payudara, demikian berdasarkan studi ilmuwan asal Texas dan California Selatan baru-baru ini... [baca selengkapnya]
Hati-hati Lahap Obat Pengurang Sakit
.Secara detail, studi itu menyebut, perempuan usia 51-77 tahun yang menggunakan ibuprofen 400 mg perhari memiliki risiko 80 persen menderita hipertensi dibanding yang tidak mengonsumsi obat ini. Sedangkan perempuan dalam usia lebih muda [baca selengkapnya]
| |||
Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang
|
|
Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput.[baca selengkapnya]
|
Tuesday, March 20, 2007
TESTIMONY Orang-orang yang memakai Program Detoksifikasi
Selamat kepada siapa saja yang telah merasakan manfaat produk-produk kesehatan bermutu yang telah kami pasarkan dan terimakasih kepada testimonior yang telah memberikan kesaksian.
Semoga testimony ini bisa menjadi bagian pencerah jalan bagi mereka yang ingin mendapatkan kesehatannya kembali.
Jakarta, Februari 2007
Dan hanya pada saat sakit kita akan sangat menghargai apa arti hidup sehat"
- Lebih Langsing dan berotot, 22 tahun

- Turun berat badan 11 kg, dalam waktu 3 bulan
- Turun berat badan 18 kg, dalam waktu 3 bulan
- Sembuh dari stroke

- Komplikasi Liver, Diabetes, Jantung dan Maag
- Mata minus, berat badan lebih

- Flek hitam dan kerut penuaan pada kulit
- Mioma dan penebalan dinding rahim

- Pembesaran Jantung
- Glukoma, Penyumbatan hidung dan rematik
- Kanker rahim
- Hipertensi dan Gula darah tinggi
- Cuci darah diganti dengan produk Detoks
- Tumor pada punggung tulang belakang, vonis dokter usia hanya 6 bulan lagi
- Diabetes melitus dan Katarak


Jika anda ingin menanyakan sesuatu tentang testimony diatas silahkan kirimkan via email detokshop@yahoo.co.id atau sms/call 081806093006/ 021 92554702 jika ingin secepatnya mendapatkan informasi.





