Tuesday, August 21, 2007

Niwana SOD

Slide Presentasi Niwana SOD












Antioksidan Seaktif Enzim SOD, Penangkal Oksigen Radikal Bebas Paling Efektif
Niwana SOD - Penemuan Terbesar setelah Penisilin
website asli : http://sod-japan.com dan http://www.niwanasod.com/
Melalui riset selama 7 tahun akhirnya Prof. Yuki Niwa menemukan teknologi yang dapat merekayasa antioksidan dari tumbuh-tumbuhan sehingga dapat bekerja seaktif dan seefektif enzim SOD alami dalam tubuh bahkan mampu merangsang kerja enzim SOD alami menjadi lebih baik. Penggunaan rutin sesuai anjuran telah berhasil membantu proses perbaikan berbagai penyakit bahkan yang selama ini sulit diatasi. Tak heran bila ia dijuluki sebagai penemuan terbesar setelah penisilin karena di zaman modern ini dunia kesehatan tidak lagi berkutat dengan penyakit infeksi melainkan pada penyakit-penyakit non-infeksi degeneratif yang semakin kompleks.
Keunggulan Niwana SOD karena kealamian bahan dan teknologi pembuatannya :
  • 100% terbuat dari tumbuhan dan bijian : gandum, kulit beras, pearl barley, lobak daikon Jepang, kedelai, poleo juice, biji dan minyak wijen, ekstrak the hijau Jepang, jeruk yuzu, aspalathus linearis dan hatumogi.
  • Proses pemanasan dengan sinar infra red untuk memecah molekul sehingga berberat molekul rendah agar mudah diserap sel.
  • Fermentasi dengan jamur Aspergilus orizae (koji) untuk mengaktifkan komponen antioksidan.
  • Lipofilisasi (pelemakan), tehnik rekayasa sehingga antioksidannya mudah dikenal dan diserap oleh emak membran/dinding sel.
Beberapa pertanyaan muncul berkenaan dengan reaksi yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi Niwana SOD. Banyak orang menggangap hal ini sebagai suatu ketidakcocokan atau sebagai efek samping sehingga setelah muncul reaksi langsung dihentikan penggunaannya. Benarkah demikian ?
Niwana SOD dibuat dari bahan-bahan yang 100 % alami, yaitu bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari seperti kacang kedelai, biji dan minyak wijen, gandum, ekstrak teh hijau Jepang, jeruk yuzu dll. Karena itu Niwana SOD sangat aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Kalaupun ada reaksi setelah mengkonsumsinya, itu merupakan reaksi perbaikan dan hanya sebagian kecil yang merasakan.
Andapun tidak perlu khawatir karena reaksi perbaikan ini umumnya hanya sesaat saja dan akan reda/hilang dengan sendirinya. Kondisi yang dapat memunculkan reaksi ini yaitu :
  • Seseorang yang secara genetik mempunyai daya tahan tubuh yang kurang baik sehingga muncul reaksi.
  • Sebagai pertanda adanya gangguan pada organ/bagian tubuh tertentu. Perlu dipahami bahwa walaupun kondisi organ sedang terganggu, tidak selalu gejala langsung dirasakan. Konsumsi Niwana SOD akan mempercepat gejala ini keluar, namun itu bukan reaksi perburukan melainkan merupakan bagian dari proses kesembuhan
  • Adanya akumulasi toksin dari obat-obatan yang dikonsumsi dalam periode yang lama sehingga reaksi yang muncul merupakan efek detoksifikasi.
Reaksi perbaikan setelah mengkonsumsi Niwana SOD
Beberapa pertanyaan muncul berkenaan dengan reaksi yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi Niwana SOD. Banyak orang menggangap hal ini sebagai suatu ketidakcocokan atau sebagai efek samping sehingga setelah muncul reaksi langsung dihentikan penggunaannya. Benarkah demikian ?
Niwana SOD dibuat dari bahan-bahan yang 100 % alami, yaitu bahan-bahan yang sering digunakan sebagai bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari seperti kacang kedelai, biji dan minyak wijen, gandum, ekstrak teh hijau Jepang, jeruk yuzu dll. Karena itu Niwana SOD sangat aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Kalaupun ada reaksi setelah mengkonsumsinya, itu merupakan reaksi perbaikan dan hanya sebagian kecil yang merasakan.
Andapun tidak perlu khawatir karena reaksi perbaikan ini umumnya hanya sesaat saja dan akan reda/hilang dengan sendirinya. Kondisi yang dapat memunculkan reaksi ini yaitu :
  • Seseorang yang secara genetik mempunyai daya tahan tubuh yang kurang baik sehingga muncul reaksi.
  • Sebagai pertanda adanya gangguan pada organ/bagian tubuh tertentu. Perlu dipahami bahwa walaupun kondisi organ sedang terganggu, tidak selalu gejala langsung dirasakan. Konsumsi Niwana SOD akan mempercepat gejala ini keluar, namun itu bukan reaksi perburukan melainkan merupakan bagian dari proses kesembuhan
  • Adanya akumulasi toksin dari obat-obatan yang dikonsumsi dalam periode yang lama sehingga reaksi yang muncul merupakan efek detoksifikasi.
Reaksi perbaikan yang terjadi secara umum yaitu :
Rasa mual, ingin muntah, tenggorokan gatal/panas dan kepala sedikit pusing. Bila hal ini terjadi yang sebaiknya anda lakukan adalah :
  • Usahakan banyak minum air putih (tidak dianjurkan air dingin) ± 2 – 2,5 liter/hari (8-10 gelas/hari)
  • Usahakan minum sesering mungkin dalam jumlah yang sedikit (1 gelas) dan tidak dianjurkan minum dalam jumlah yang banyak sekaligus.
  • Turunkan dosis penggunaan Niwana SOD bila perlu, jika dalam 1 minggu berturut-turut keluhan tidak juga mereda.
    Tetapi jika reaksi yang ditimbulkan membuat si penderita mengalami keluhan yang lebih berat dari keluhan sebelumnya, yang harus anda lakukan adalah :
  • Jika anda mampu bertahan dengan keluhan yang ada, alangkah lebih baik jika dosisnya tidak diturunkan. Penurunan dosis hanya akan memperlambat efek terapi sehingga terkesan Niwana SOD tidak efektif untuk penyakit yang anda derita.
  • Tetapi jika anda tidak mampu bertahan, turunkan dosisnya secara perlahan hingga anda merasa nyaman. Jika reaksi mereda, tambahkan dosisnya secara perlahan sesuai dengan anjuran dosis awal
  • Jangan lupa, usahakan tetap minum banyak air putih hangat.








TESTIMONIAL ANDA


Gejala Lupus
(H.N A, 27 tahun - Jakarta)
Komplikasi (Liver, Diabetes, dll )
(Djulli Waty, 44 tahun - Jakarta Utara)
Kadar Gula Darah Tinggi
(Suyanto, 39 tahun - Jakarta)
Gondok 17 Tahun & Kolesterol
(Oey Tenny, 45 tahun - Jakarta Barat)
Psoriasis
(Dadan Sunandar, 22 tahun - Sumedang)
Glaukoma
(Ernayanti H, 60 tahun - Bandung)
Dermatitis Atopik
(Kelvin David S, 7 tahun - Jakarta)
Mata Minus & Berat Badan Lebih
(Uyus Siti Sofiah, 40 tahun - Bandung)
Hipertiroid
(Anni Inriyani, 30 tahun - Sumedang)
Lebih Langsing & Berotot
(Ade Sulistio, 22 tahun - Bandung)
Kista Pada Leher
(Dede Wiani, 46 tahun - Sumedang)
Turun Berat Badan 11 Kg
(Sri Bulan Lanny, 43 tahun - Jakarta)
Diabetes Melitus & Katarak
(Surita Sutiaty, 79 tahun - Jakarta)
Turun Berat Badan 18 Kg
(Yanti Sifina, 30 tahun - Pekanbaru)
Gagal Ginjal Kronik
(Bambang S, 51 tahun - Surabaya)
Turun Berat Badan 13 Kg
(BQ Maliagustina, 46 tahun - Mataram)
Hipertensi & Gula Darah Tinggi
(C Lanny Masita, 52 tahun - Malang)

Testimony dan kesaksian