Monday, March 29, 2010

The Best Price Promo

Klik gambar untuk memperbesar


sumber:  Promo KKI











hubungi Distributor kki-online disamping kanan blog ini atau  untuk informasi lebih lanjut hubungi Admin 081806093006 untuk mengetahui info promo dan distributor daerah Anda

Friday, March 26, 2010

"Obat BUKAN JAWABAN" - Dr. Tan Shoat Yen



*"Obat BUKAN JAWABAN"*

(Dari Majalah "PESONA" Maret 2010, Halaman 80 -- 82)

Ia mendidik pasiennya agar mengubah gaya hidup. Prinsipnya, pasien harus punya otonomi terhadap tubuh sendiri.

Cobalah berkunjung ke klinik dr. Tan Shot Yen di wilayah Bumi Serpong Damai pada
pukul 11 di hari kerja. Anda akan melihat dr. Tan
menghadapi beberapa pasien. Sekilas, Anda mungkin berpikir dokter sedang
marah-marah. Padahal ia
sedang menjelaskan tentang gaya hidup sehat pada pasien barunya. Pasalnya, memang
begitu gaya dr. Tan, menjelaskan dengan suara keras. Bila kita simak ucapannya,
semua yang dijelaskannya sangat penting dan membukakan mata.

"Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu 'bagaimana'. Bagaimana caranya
menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan, menghilangkan
senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma tanya 'bagaimana', Anda akan jatuh
menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai
sakit?" urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil atau
tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya. "Saya mau pasien yang *taking ownership of their
own body*. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu
menyuruh ini-itu?* Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda*." Wah,
dokter yang satu ini tampaknya memang lain dari yang lain.

*Mendorong Gaya Hidup Sehat

*Perbedaan mencolok dr. Tan dibanding dokter lain pada umumnya adalah ia tidak
mudah memberi obat. Rata-rata pasien yang keluar dari ruang prakteknya tidak
menggenggam resep. Kalaupun ada resep, biasanya hanya vitamin dan omega-3,
tergantung kondisi pasien.

"Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah mengonsumsi
obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat berhenti, dia
sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya 'sakit apa' lalu berkata 'ini
obatnya'? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskan asal usul penyakit.
*Pasien juga bego, padahal dia harusnya memahami perannya dalam menciptakan
penyakitnya* ," jelas dr. Tan.

Sebagai ganti resep, dr. Tan memberikan pencerahan tentang gaya hidup sehat yang
harus dijalani setiap orang. „Saya yakin semua dokter tahu bahwa diabetes,
stroke, dan kanker adalah penyakit gaya hidup. Tapi pertanyaannya, seberapa
jauh seorang dokter mau fight untuk memperbaiki gaya hidup pasiennya? Karena,
penanganan pertama pasien seharusnya perubahan gaya hidup. Bila gagal, baru
obat-obatan boleh dicoba."

Dr. Tan mencontohkan, pasien yang sakit lutut akan disuruh minum obat, dioperasi,
atau diganti tempurung lututnya. Padahal, titik beratnya adalah bobot tubuhnya.
Jika si Pasien mengubah pola makan dan gaya hidup, berat badannya susut dan
keluhan lututnya akan hilang. "Ibaratnya, mobil Mercedes pasti turun mesin
kalau diisi bensin bajaj. Coba ganti dengan bensin super, pasti larinya
kencang."

Perubahan pola makan yang dianjurkan dr. Tan mungkin terdengar ekstrem. Ia mengimbau
pasiennya untuk berhenti mengonsumsi *gula, terigu, nasi, dan pati (singkong,
kentang, ubi, jagung, taloas).* Pasalnya, di dalam tubuh, jenis
makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam. Benar, manusia
butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat empat jenis
makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan kenaikannya.
Bersama insulin, keluar pula hormon *eicosanoid* *buruk*. *Akibatnya, pembuluh
darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh 'memelihara' bakteri,
jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri*.

Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: *satu ikat selada mentah atau dua cangkir brokoli
setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah avokad,
apel, atau* *pear*. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang tersimpan
menjadi lemak. Kadar gula darah sebelum dan sesudah makan pun rata-rata sama.
Dan, hormon *eicosanoid* *buruk* takkan keluar sehingga tak mengundang
penyakit. 'Menu' ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah dengan berbagai
cara, *asal tidak** ditumis atau digoreng.
*
"Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah mengandung enzim dengan
life force energy yang penting buat tubuh. Inilah pola makan asal yang sesuai
fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Nenek moyang kita
makan sayur dan buah tapi mereka kuat mendaki gunung dan berburu."

*Sakit adalah Introspeksi
*Hal lain yang menarik dari dr. Tan adalah gelar M. Hum. Gelar itu didapat setelah
ia mengambil pascasarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara,
Jakarta, tahun lalu. Menurutnya, kuliah S2 filsafat membuatnya memahami manusia
secara mendalam dan holistic. Ia juga jadi mengerti 'dosa ilmu kedokteran'
tentang mekanisasi tubuh manusia.

"Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama setelah ditemukannya alat pacu
dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah.
Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh,
emosi dan kecerdasan spiritual. *Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin*.
Kalau ada yang salah, kita pergi kebengkel. Dan,
rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk
dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka
sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. *Masalahnya* , dokter punya
*arogansi profesi*. *Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa
benar,*" tuturnya lugas.

Dr. Tan juga menyayangkan bila manusia zaman sekarang mati-matian melawan dan
menolak sakit. Padahal, *sakit* adalah *jalan untuk lebih memahami*bahwa *manusia
tak selamanya di posisi ata*s.

"Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh kebelakang.
*Apa yang 'jalan' dan 'nggak jalan' selama ini?* Nah, menjadi * sembuh* adalah
keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Tapi
bagaimana pasien bisa introspeksi bila tak dibimbing menemukan kesembuhannya
dan hanya dininabobokan oleh obat? Dunia yang mati rasa dan tak mau mengalami
sakit adalah dunia yang melarikan diri, mengingkari diri sendiri," lanjutnya.

Menurut dr. Tan, kita me*masuki era kebablasan *mengonsumsi obat. Akhirnya, obat
dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk
mendapatkan penghasilan lebih yang tak perlu demi obat. Lihatlah berapa banyak
orang yang harus berusaha mati-matian demi keperluan berobat salah satu anggota
keluarga.

*Selalu Ingin Jadi Dokter

*Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta.
Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan lulus Profesi
Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Sebagai siswi yang
selalu mendapat nilai cemerlang dalam ilmu eksakta, menjadi dokter merupakan impiannya
sejak dulu. Baginya, dibidang kedokteran, cara pikirnya yang eksakta bisa
menemukan 'kemanusiaannya' . Dalam diri pasien, ia menemukan
benang merah antara fisik, emosi dan spiritual.

Ketika baru menjadi dokter, saya juga ngaco. Sekadar memberi obat pada pasien.
Lama-lama saya pikir saya cuma perpanjangan pabrik obat," kenangnya. Lalu ia
pelan-pelan lebih menggunakan gaya hidup sehat. Perubahan ini dipicu
oleh ayahnya, *dr. Tan Tjiauw Liat*, tokoh inspiratif yang membuatnya maju untuk
melihat apa sebenarnya kebutuhan manusia.

Melihat begitu berapi-apinya dr. Tan saat memberikan pencerahan gaya hidup pada
pasien, siapapun mungkin akan bertanya 'apa tidak capek?'. "Lebih capek mana
dibandingkan dokter yang ditunggangi perusahaan obat dan makanan? Saya mendapat
energi bila melihat pasien sembuh. Mereka *memegang kendali atas hidup mereka,
tidak dibohongin dokter, dan tidak tergantung obat*," jawabnya.

Dr. Tan mengakui, sepak terjangnya kerap dipandang sebelah mata oleh koleganya.
"Ada yang bilang saya idealis, bahkan mission impossible. Tapi saya yakin,
dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa perubahan gaya hiduplah jawabannya.
Masalahnya, mereka sendiri tidak menjalani gaya hidup itu. Ini membuat saya
sebal. Kalau mereka merasa tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, jangan
mengecilkan pasien dengan menganggap pasien juga takkan bisa. Pasien yang sudah
parah dikasih obat apapun pasti mau. Apalagi Cuma disuruh Apalagi Cuma disuruh
ganti nasi dengan sayur."

*Keluarga terpengaruh

*Pola makan asal yang meniadakan gula, trigu, nasi, pati dan susu yang dijalani
dr. Tan juga dilakukan oleh suami – Henry Remanleh – dan anak tunggalnya,
Cilla. Menurut dr. Tan, mereka tidak menjalaninya karena terpaksa, tapi karena
merasakan manfaatnya. "Putri saya 17 tahun, kadang terpengaruh pola makan
temannya. Dia lalu mengeluh susah konsentrasi atau pencernaannya terganggu. Setelah itu dia back on
track. Dia sudah mengonsumsi raw food sejak SMP atas pilihan sendiri. Anak itu
mencontoh orang tuanya. Jangan harap anak makan dengan baik kalau Anda sendiri amburadul."

Suaminya, Henry, adalah kinesiologis yang berkutat dengan masalah gerak dan pengaruhnya
terhadap aspek kehidupan manusia. Henry juga instruktur brain
gym. Ia berpraktek di tempat yang sama. Dr. Tan sangat menghargai pekerjaan
suaminya karena memberdayakan masyarakat. "Brain gym terbukti bisa meningkatkan
konsentrasi. Dengan pola makan sehat sejak kecil dan gerakan olahraga
terstruktur, Anda tak perlu lagi minum obat," katanyaa tegas.

Selain sibuk berpraktik dan menjadi pembicara talkshow, dr. Tan menjadi contributor
untuk tabloid dan majalah kesehatan. Selain itu, ia mengisi waktunya dengan
membaca dan membuka jalur continuing medical education melalui internet. Karena itu, info dan
data jurnal ilmiahnya selalu up to date – disamping buku-buku terbaru pemberian
ayahnya.

Ia menjalani pilates, terkadang berenang, dan sesekali bermain piano. Kini ia sedang mengumpulkan kisah-kisah kamar paraktek untuk dijadikan
tulisan inspiratif agar para dokter memandang pasien lebih dari sekumpulan diagnosis.

Wah, sepertinya semangat dalam tubuh mungil ini seolah melonjak-lonjak dan
tak pernah padam. Maju terus dr. Tan!

sumber : milis yahoo



Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Monday, March 22, 2010

Maag Kronis , Mata Minus dan Berat Badan Lebih , Nyeri lambung

Keterangan mengenai SGF dapat dilihat di SuperGreenFood ( SGF ) <-- silahkan di klik

Maag Kronis
Muhammad Yasin, 42 th – Balikpapan

Sejak tahun 1995 saya merasakan nyeri di bagian lambung, setelah diperiksa oleh dokter saya dinyatakan menderita penyakit maag dan diharuskan mengkonsumsi obat maag. Puncaknya pada tahun 1999, ketika saya dilarikan ke UGD karena maag saya kembali kambuh, sampai saya tidak kuat lagi untuk berjalan dan muntah berupa cairan berwarna kuning. Saat itu sayapun didiagnosis menderita infeksi ginjal karena mengkonsumsi obat maag dalam jangka panjang. Oleh dokter saya diharuskan istirahat total selama 1 tahun jika tidak ingin penyakit maag saya semakin berat dan dapat berakibat fatal. Selama 13 tahun (1995 sampai 2008) saya selalu mengkonsumsi obat maag dan selalu membawa obat maag kemanapun saya pergi. Dan selama itu pula saya merasa tidak percaya diri karena ketika berbicara dengan orang lain setiap 5 menit sekali saya harus membuang dahak sekaligus bersendawa untuk mengeluarkan asam lambung. Sampai akhirnya pada bulan September 2008 saya diperkenalkan dengan Supergreen Food. Pada awalnya saya hanya mengkonsumsi 5 tablet/hari, namun karena setelah 1 minggu tidak kunjung ada perubahan saya tingkatkan dosis menjadi 2 x 10 tablet/hari. Hasilnya sungguh luar biasa, setelah 2 bulan konsumsi saya tidak lagi merasakan nyeri dan mual di lambung ketika terlambat makan, mengkonsumsi makanan asam ataupun ketika sedang stress. Sayapun tidak lagi bersendawa karena kelebihan asam lambung, bahkan ketika seminggu lalu saya mengalami kurang tidur dan pola makan yang tidak teratur karena menjaga anak saya yang sedang sakit, lambung saya tidak bermasalah, saya tetap fit.
Mata Minus dan Berat Badan Lebih
Uyus Siti Sofiah, 40 tahun - Bandung, Jawa Barat

Sejak usia 19 tahun saya sudah mengalami gangguan pada kedua mata sehingga tidak dapat membaca tulisan yang berukuran kecil dan melihat benda pada jarak yang jauh. Sejak itulah saya memakai kaca mata dan telah beberapa kali berganti lensa karena bertambah minusnya. Pemeriksaan paling akhir yang pernah saya lakukan diketahui mata saya minus 2½ dengan silindris 1½. Disaat yang sama berat badan (BB) saya juga kian bertambah gemuk. Sejak itu saya mencoba mengkonsumsi makanan kesehatan Supergreen Food, dosis 10 tablet per hari dengan harapan dapat berpengaruh positif terhadap keadaan mata dan berat badan saya. Keadaan penglihatan saya memang membaik, terbukti pada bulan Juni 2004 minus mata saya berkurang menjadi 1 ¼ dengan silindris 1 dan pada bulan Juli 2004 menjadi minus 1/2 . Pada saat itu saya sudah tidak cocok dengan kacamata yang saya pakai sebelumnya, akhirnya saya putuskan untuk tidak lagi menggunakan kacamata. Setelah 21 tahun berkacamata akhirnya penglihatan saya menjadi normal. Saat ini saya sudah dapat membaca tulisan berhuruf kecil dan dapat melihat jauh tanpa menggunakan kacamata.Selain perbaikan pada penglihatan saya. Terjadi juga penurunan berat badan dimana pada bulan Maret 2004 berat badan saya 62,5 kg. Bulan April 2004 menjadi 60 kg dan pada bulan Mei turun hingga 57 kg. Berat ini sudah termasuk normal dengan tinggi badan saya 157 cm. Syukur alhamdulillah, saya sangat bersyukur penglihatan saya menjadi normal dan berat badan pun turun menjadi ideal. SGF memang luar biasa.
Nyeri lambung
Anita Dewi, 46 th – Padang

Sudah 3 tahun terakhir ini saya selalu merasakan nyeri pada bagian lambung setiap kali terlambat makan atau mengkonsumsi makanan asam/pedas, dan ketika mengalami nyeri saya tidak dapat beraktifitas seperti biasa. Berbagai upaya untuk mengatasi nyeri lambung telah saya lakukan, tetapi tak kunjung ada perubahan sampai akhirnya seorang teman menawarkan Supergreen Food. Saya mengkonsumsi Supergreen Food dengan dosis 2 x 5 tablet/hari, setelah 1 bulan konsumsi, keluhan nyeri lambung yang saya rasakan berangsur membaik. Dan akhirnya setelah 3 bulan konsumsi, nyeri lambung yang telah bertahun-tahun saya derita tidak saya rasakan lagi. Supergreen Food memang luar biasa, saat ini tubuh saya menjadi lebih sehat dan fit sehingga dapat melakukan aktifitas sehari-hari.
Maag kronis
Armeli, 47 th – Padang

Saya sering merasakan kembung dan mual selama 5 tahun belakangan ini, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, saya didiagnosis menderita maag kronis. Oleh dokter saya diberi obat maag yang harus dikonsumsi setiap kali sebelum saya makan. Memang setelah mengkonsumsi obat maag tersebut kembung dan mual yang saya rasakan agak berkurang, tetapi ketika tidak mengkonsumsi obat maag saya kembali merasakan gejala-gejala tersebut. Saya sudah pasrah dengan kondisi lambung yang tak kunjung membaik, bahkan ketika seorang teman menyarankan untuk mengkonsumsi supergreen food pun pada awalnya saya sempat ragu. Saya hanya mengkonsumsi SGF 5 tablet/hari, setelah seminggu konsumsi yang saya rasakan adalah lambung tetap kembung dan mual, serta mudah mengantuk. Oleh teman, saya diberi penjelasan bahwa itu merupakan reaksi perbaikan yang tidak akan berlangsung lama. Akhirnya saya putuskan untuk tetap mengkonsumsi SGF dengan dosis ditingkatkan menjadi 2 x 10 tablet, hasilnya dalam waktu 1 bulan lambung saya tidak lagi kembung dan mual, kondisi kesehatan saya secara keseluruhan juga jauh lebih baik. Saya sangat bersyukur sekali dipertemukan dengn SGF, saya yang sudah pasrah akan kondisi kesehatan kembali dapat hidup sehat berkat SGF.

 Keterangan mengenai SGF dapat dilihat di SuperGreenFood ( SGF ) <-- silahkan di klik


Komplikasi Liver, Diabetes , Jantung dan Maag


dapat diterapi dgn produk :

Niwana SOD
SuperGreenFood ( SGF )

Friday, March 12, 2010

Natesh Sanitary Pad


Download Manual Book Natesh dan Pengetahuan Mengenai Kanker Serviks Disini
  klik  ---DOWNLOAD---

Testimony Natesh Sanitary Pads







Manfaat Natesh







  1. Menjaga dan mencegah organ reproduksi wanita dari serangan infeksi karena jamur, bakteri, virus dan parasit yang menyebabkan penyakit berbahaya (keputihan, kekuningan, trichomoniasis,vaginitis, dll)
  2. Membantu melancarkan sirkulasi darah, metabolisme pada organ reproduksi sehingga wanita akan tetap aktif dan sehat.






  3. Mengatasi masalah pada saat haid: nyeri haid, stress, marah, bau darah tidak sedap, kelelahan, emosi tidak stabil, iritasi
  4. Memberikan rasa nyaman beraktivitas, kering, bebas gatal pada organ reproduksi
  5. Membantu wanita saat sudah terkena penyakit untuk mendukung terapi penyembuhan., terutama kanker serviks, tumor, myoma, keputihan/kekuningan, infeksi parasit pada vagina, dll.
Pembalut dan Pantyliner Natesh sangat dianjurkan bagi wanita dengan: kulit sensitif (mudah iritasi dan gatal), keputihan/kekuningan mulai ringan sampai berat, masalah dengan hormon (haid tidak teratur, nyeri, haid terlalu banyak atau terlalu sedikit).

Kelebihan Produk Natesh :







  1. Dioxin free (bebas dioksin). Setelah membaca sedikit keterangan diatas, Natesh bersifat dioxin free (bebas dioksin) sehingga para wanita tidak perlu khawatir memakai Natesh pembalut saat haid dan juga Natesh pantyliner saat cairan harian sedang banyak. Selain itu, Natesh pembalut juga bebas bakteri karena dalam proses pembuatannya sangat higienis dan tidak tersentuh tangan, sehingga aman dari bakteri berbahaya (misalnya: E.coli)






  2. Mengandung ekstrak herba China yang sangat membantu untuk menjaga kesehatan reproduksi sekaligus mencegah penyakit-penyakit organ reproduksi dan mengontrol melancarkan siklus menstruasi. Herbal tersebut diantaranya: Yi Mu cao, Herba Menthae, Borneol, Houttuynia cordata, aloe vera. Semua herba tersebut sangat membantu untuk mencegah terjadinya iritasi; berkembangnya bakteri, jamur dan virus serta parasit berbahaya bagi organ reproduksi wanita.






  3. Terdapat FIR (far Infra red) yang sangat baik untuk kelancaran sirkulasi darah, melemahkan/membunuh kuman di organ reproduksi, mengurangi bau






  1. Mengandung Anion (ion negatif), yang saat ini tertinggi di pasaran untuk golongan pembalut dan pantyliner, yaitu sekitar 7200 pcs/cm3). Bermanfaat untuk revitalisasi dan metabolisme sel, melancarkan dan membersihkan aliran darah dan meningkatkan fungsi imunitas






  2. Disempurnakan dengan Teknologi Nano Silver. Teknologi nano adalah teknologi tercanggih di dunia saat ini untuk memperkecil ukuran partikel menjadi 1 per semilyar meter (1/106m). Penggunaan silver pada teknologi nano bertujuan sebagai anti bakteri dan virus. Dengan ukuran molekul yang super kecil menjadikan Natesh memiliki sifat anti bakteri/virus/jamur yang sangat luas dan kuat, tanpa menimbulkan alergi






  3. Bebas lembab dan bau. Kondisi lembab menciptakan bau amis pada cairan dan membuat bakteri, virus, jamur dan parasit berbahaya berbiak lebih cepat. Dengan desain khusus , Natesh Pembalut dan Pantyliner menghadirkan sensasi segar sepanjang hari, mengurangi bau serta meningkatkan rasa percaya diri di saat-saat hari sulit wanita.






  4. Cocok untuk kulit sensitif. Pada beberapa wanita, kesalahan memakai pembalut membuat kulit menjadi mudah iritasi, gatal dan terjadi gangguan pada kulit. Tetapi, tidak pada Natesh pembalut dan pantyliner. Bahan-bahan biodegradable dan juga non recycle (mudah terurai dan juga bukan daur ulang) menjadikan Natesh tidak menyebabkan penggunanya mengalami iritasi kulit dan gatal.






  5. Boleh digunakan untuk ibu hamil. Saat tertentu, ibu hamil terkadang mengeluarkan cairan harian. Natesh pantyliner dapat digunakan bagi mereka, dengan catatan, bagi ibu hamil yang tidak mempunyai masalah pada kehamilannya.






  6. Sangat tipis, 1 mm (bahkan kurang), anti kerut, anti bocor. Para wanita terkadang risih jika haid sedang banyak tetapi harus memakai pembalut yang tebal dan juga terlalu panjang. Terkadang, pembalut dan pantyliner juga mudah berkerut. Natesh pembalut dan pantyliner didesain dengan lapisan anti bocor ke samping (water proof side guard) dan menggunakan wings sehingga tidak bocor. Daya serapnya yang sangat tinggi, karena 3 lapisan anti bocornya membuat anda tidak perlu khawatir akan tembus saat haid sedang banyak-banyaknya. Desain tipisnya membuat anda tidak perlu khawatir untuk bebas bergerak, karena terasa tidak pakai.






  7. Membantu kesehatan reproduksi wanita. Jelas, dengan kandungan yang ada pada Natesh Pembalut dan Pantyliner saat ini, wanita akan terbantu untuk masalah kesehatan reproduksinya.












Mengapa Natesh Sanitary Pad?
Untuk meningkatkan penjualan bisnis KK Anda, Anda membutuhkan beberapa hal seperti
  1. Menguasai kemampuan berhubungan manusia yang baik, sehingga Anda memiliki pengaruh
  2. Menguasai kemampuan akan pengetahuan produk dan wawasan mengenai dunia produk yang Anda pasarkan
  3. Menguasai sistem Network 2000 yang memungkinkan Anda untuk menggandakan kemampuan dan sikap Anda kepada jaringan Anda
Jika Anda memiliki semua kemampuan tersebut, maka penjualan bisnis KK Anda  akan meningkat karena
  1. Pelanggan Anda akan melakukan repeat order atas produk yang dikonsumsi
  2. Terjadi pengembangan pelanggan dan jaringan dalam bisnis KK Anda
Permasalahan yang ada adalah tidak mudah untuk melatih seorang distributor memiliki kemampuan-kemampuan  tersebut. Terlebih lagi untuk melatih distributor untuk memiliki kemampuan melatih kembali. Dibutuhkan sikap yang baik, kemampuan dan pengalaman melatih, serta kemampuan produk yang hanya dapat dikuasai dalam sebuah proses waktu yang cukup panjang. Dan tidak semua distributor bergabung dengan cara berpikir yang benar (khususnya cara berpikir pengusaha) dan mentalitas yang kuat, sehingga sanggup dan setia melalui proses waktu tersebut. Sehingga banyak distributor putus asa di awal jalan karena beberapa kali gagal dan tidak mendapat hasil dalam waktu cepat. Mereka menuntut bukti bisnis ini dapat berhasil dari hasil yang didapatkan dalam waktu singkat tanpa proses pembelajaran (sesuatu yang tidak mungkin jika berpikir dengan normal). Sehingga tingkat keberhasilan distributor menjadi minim karena seleksi yang ketat. Distributor yang tidak memiliki impian yang kuat, pengertian konsep yang benar tentang dunia MLM, serta menguasai kemampuan manusia, produk dan sistem Network 2000 akan segera berguguran.
Dengan hadirnya Natesh Sanitary Pad, penjualan bisnis KK Anda akan meningkat luar biasa. Ini disebabkan Natesh Sanitary Pad adalah produk yang mudah dipasarkan dan diajarkan sehingga mudah diduplikasikan dalam waktu yang singkat. Natesh Sanitary Pad mudah dipasarkan karena
    1. produk ini adalah kebutuhan bukan keinginan, sehingga pelanggan Anda tidak akan lupa memakainya
    2. sampai saat ini belum ada produk yang lebih unggul dari Natesh Sanitary Pad
    3. produk ini dapat mempromosikan dirinya sendiri, sekalipun distributor tidak memiliki kemampuan berhubungan manusia dan promosi yang baik, pengetahuan dan wawasan yang luas tentang produk, serta sistem Network 2000
    4. memiliki marketing tool, seperti  Tes Inflamasi daerah V wanita, foto- foto hasil demo yang praktis dibawa dan diperlihatkan (dapatkan di www.trinity network.co.id), pembalut itu sendiri yang murah sehingga dapat Anda bagi-bagikan supaya pelanggan Anda dapat mencobanya dan kemudian membeli produk Anda
Anda juga tidak perlu banyak menghabiskan waktu untuk menduplikasikan diri Anda kepada distributor-distributor Anda untuk menjual produk ini. Sehingga Anda lebih mudah dan cepat  membangun perlipatan distributor yang memasarkan produk ini dan Anda akan mendapatkan penjualan yang luar biasa. Distributor akan semakin percaya dengan KK sehingga sebagai upline Anda lebih leluasa membentuk distributor Anda menjadi 21 % dengan sikap yang baik dalam jaringan Anda. Gulungan kepercayaan ini akan menciptakan ledakan dalam jaringan bisnis KK Anda. Stay Connected dan salam sukses. Andy Sutanto



TESTIMONIAL ANDA


Gejala Lupus
(H.N A, 27 tahun - Jakarta)
Komplikasi (Liver, Diabetes, dll )
(Djulli Waty, 44 tahun - Jakarta Utara)
Kadar Gula Darah Tinggi
(Suyanto, 39 tahun - Jakarta)
Gondok 17 Tahun & Kolesterol
(Oey Tenny, 45 tahun - Jakarta Barat)
Psoriasis
(Dadan Sunandar, 22 tahun - Sumedang)
Glaukoma
(Ernayanti H, 60 tahun - Bandung)
Dermatitis Atopik
(Kelvin David S, 7 tahun - Jakarta)
Mata Minus & Berat Badan Lebih
(Uyus Siti Sofiah, 40 tahun - Bandung)
Hipertiroid
(Anni Inriyani, 30 tahun - Sumedang)
Lebih Langsing & Berotot
(Ade Sulistio, 22 tahun - Bandung)
Kista Pada Leher
(Dede Wiani, 46 tahun - Sumedang)
Turun Berat Badan 11 Kg
(Sri Bulan Lanny, 43 tahun - Jakarta)
Diabetes Melitus & Katarak
(Surita Sutiaty, 79 tahun - Jakarta)
Turun Berat Badan 18 Kg
(Yanti Sifina, 30 tahun - Pekanbaru)
Gagal Ginjal Kronik
(Bambang S, 51 tahun - Surabaya)
Turun Berat Badan 13 Kg
(BQ Maliagustina, 46 tahun - Mataram)
Hipertensi & Gula Darah Tinggi
(C Lanny Masita, 52 tahun - Malang)

Testimony dan kesaksian