Thursday, October 30, 2008

Kiat Mengatasi Migren

Kiat Mengatasi Migren

Migren (migraine) atau sakit kepala sebelah sungguh menyakitkan. Kepala terasa mau pecah dan seperti terutusk-tusuk benda tajam. Sayangnya, sejauh ini belum diketahui penyebab pasti migren. Obat penyembuh migren pun belum ada. Para peneliti hanya bisa mengidentifikasi bahwa migren terkait dengan faktor genetik. Namun Prof Yukie Niwa menemukan bahwahampir 90% penyakit disebabkan karena radikal bebas

Mekanisme migren

Seperti penyebabnya yang tidak begitu jelas, tahapan terjadinya migren juga belum bisa dijelaskan secara tepat. Namun banyak ahli saraf menyatakan bahwa kemunculan migren terkait dengan impuls listrik yang berlebihan di otak sehingga meningkatkan aliran darah serta menyebabkan pelebaran pembuluh dan peradangan. Keadaan ini merupakan sinyal sistem saraf yang kelebihan beban akibat terpaan informasi dari luar.

Saat kelebihan beban, saraf berusaha menghalangi aliran informasi agar otak bisa relaks. Sementara otak kehilangan kemampuannya mencerap terpaan informasi seperti suara-suara, bau, dan cahaya. Kontradiksi ini menyebabkan aktivitas sel otak tidak normal yang menghasilkan impuls listrik yang menyerang impuls listrik yang menyerang pembuluh darah sehingga menyebabkan peradangan. Penderita migren akan merasa melihat titik-titik terang, garis-garis gelombang, atau suara-suara yang mengganggu.

Mengatasi migren

Migren perlu dikelola agar serangannya tidak mengacaukan aktivitas dan produktivitas Anda. Berikut ini tips mengatasi migren:
  • Kenali dan hindari pemicu migren. Catat setiap episode serangan migren Anda dan cari tahu kemungkinan faktor pemicunya. Mungkin butuh beberapa bulan sebelum pemicu migren ditemukan.
  • Tetaplah berolahraga secara rutin. Jika serangan migren terjadi saat berolahraga, catat aktivitas yang baru dilakukan, apa yang Anda makan sebelumnya, dan keadaan cuaca hari itu.
  • Jaga pola tidur yang rutin. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa memicu migren.
  • Hindari stres sebisa mungkin. Banyak penderita mendapatkan migren setelah melalui peristiwa yang menekan.
  • Jaga pola makan. Makanlah secara teratur dan selingi dengan makanan ringan. Puasa diketahui bisa memicu migren. Makanan dengan pemanis buatan (aspartam), makanan yang mengandung nitrat, berlebihan kafein atau berhenti tiba-tiba minum teh dan kopi, alkohol, MSG, coklat juga diduga sebagai pemicu migren.
  • Faktor pemicu lainnya yang patut jadi tersangka adalah siklus menstruasi, rangsangan visual yang intensif, misalnya pantulan sinar matahari dan cahaya yang terang.
Bila Anda diserang migren, atasi dengan cara istirahat dan tidur di kamar yang gelap serta tenang. Kompres bagian kepala yang sakit dengan air dingin untuk menyempitkan pembuluh darah.

Jika migren tidak segera diatasi, Anda harus melewati fase-fase yang menyakitkan. Fase puncaknya bisa berlangsung 4 jam sampai 72 jam bahkan bisa lebih lama. Selama itu, Anda tak akan bisa beraktivitas.


Untuk mengurangi atau menghilangkan migren bisa dibantu dengan menjalani detoksifikasi , bisa menggunakan OGF dan SOD... serta pola hidup yang seimbang..

TESTIMONIAL ANDA


Gejala Lupus
(H.N A, 27 tahun - Jakarta)
Komplikasi (Liver, Diabetes, dll )
(Djulli Waty, 44 tahun - Jakarta Utara)
Kadar Gula Darah Tinggi
(Suyanto, 39 tahun - Jakarta)
Gondok 17 Tahun & Kolesterol
(Oey Tenny, 45 tahun - Jakarta Barat)
Psoriasis
(Dadan Sunandar, 22 tahun - Sumedang)
Glaukoma
(Ernayanti H, 60 tahun - Bandung)
Dermatitis Atopik
(Kelvin David S, 7 tahun - Jakarta)
Mata Minus & Berat Badan Lebih
(Uyus Siti Sofiah, 40 tahun - Bandung)
Hipertiroid
(Anni Inriyani, 30 tahun - Sumedang)
Lebih Langsing & Berotot
(Ade Sulistio, 22 tahun - Bandung)
Kista Pada Leher
(Dede Wiani, 46 tahun - Sumedang)
Turun Berat Badan 11 Kg
(Sri Bulan Lanny, 43 tahun - Jakarta)
Diabetes Melitus & Katarak
(Surita Sutiaty, 79 tahun - Jakarta)
Turun Berat Badan 18 Kg
(Yanti Sifina, 30 tahun - Pekanbaru)
Gagal Ginjal Kronik
(Bambang S, 51 tahun - Surabaya)
Turun Berat Badan 13 Kg
(BQ Maliagustina, 46 tahun - Mataram)
Hipertensi & Gula Darah Tinggi
(C Lanny Masita, 52 tahun - Malang)

Testimony dan kesaksian